Ad Code

Responsive Advertisement

Dari Jihadis ke Hedonis

 


EDISI LEBARAN: KEKUASAAN MENGUBAH SELERA
DULU BANGGA SEDERHANA.
SEKARANG TAKUT TERLIHAT
BIASA...
ogah_pensiunPerkenalkan, namanya Ahmad al-Sharaa. Dulu dia buronan top Amerika Serikat karena dikenal sebagai Jihadis, dan all out berjuang hak-hak rakyat Suriah. Dia lalu ditangkap militer Amerika Serikat dan dijebloskan ke kamp militer Camp Bucca. Atas perjuangannya, al Sharaa kemudian jadi Presiden Duriah, pasca jatuhnya Rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024.

Namun, usai jadi presiden, secepat kilat pula ia mengganti kehidupannya. Setidaknya, ada hal menarik yang tercermin dari jam tangan yang digunakan.

Dulu, waktu masih hidup susah jadi pemberontak, dia cuma pakai jam non brand dengan strap karet. Singkat kata, ia anti Gaya Hidup Barat. Saat pasukannya masuk Damaskus pada 8 Desember 2024, al-Sharaa masih tampil seperti komandan perang, janggut tebal, seragam militer, dan boots. Saat merayakan kemenangan, dia berdiri gagah di depan rakyat dengan jam butut itu.

Beberapa hari setelah ambil alih kekuasaan, perubahan hidupnya mulai terlihat. Al-Sharaa lantas ganti seragam militernya dengan jas formal licin. Ia mulai menerima delegasi asing, tampil di depan media, dan coba membangun citra Suriah Baru. Di pergelangan tangannya, jam murah itu hilang. Diganti Seiko Kinetic SRN045 sederhana dengan kisaran harga u$150 (atau Rp 2,5 juta).

Kurang dari sebulan, transformasi hidupnya itu berlanjut.

Pada Desember 2024, saat bertemu delegasi luar negeri, al-Sharaa terlihat memakai Omega Seamaster Diver 300, Jam Swiss mewah dengan harga sekitar Rp 85 juta - Rp 101 jutaan.

Hidupnya juga nampak berubah 180 derajat. Dia langsung mengubah kebiasaannya dengan mengoleksi jam-jam tangan mewah. Jetset!

Puncak lonjakan hidup terbesarnya terjadi saat ia kedapatan memakai Patek Philippe World Time Chronograph 5930g, jam mewah bernilai sekitar Rp 1,3 m. Jam itu pula yang digunakan selama kunjungan pertamanya ke Amerika Serikat menemui Donald Trump. Dalam dunia diplomasi, Patek Philippe bukan sekadar jam, tapi simbol Elite Global, kekuasaan, dan akses ke lingkaran paling atas.

Saya gak kaget lihat ahmed al-sharaa berubah. Karena... Memang ada saja yang lama di barak, begitu dikasih panggung besar, malah kelihatan gagap. Teriak Anti Barat, tapi diam-diam ikut Standar Barat.

Sebagian dari kita juga sama. Dulu bangga sederhana. Sekarang malah lomba terlihat mewah. Kalau saya, coba pilih hidup pelan-pelan saja. Jangan serupa bak kata pepatah: Kacang lupa dengan kuiltnya..


Selamat lebaran.















Post a Comment

0 Comments