SENIN, 25 Mei 2026 – Violet Maree, salah satu aktivis kemanusiaan rombongan Global Sumud Flotilla dari Australia yang baru saja dibebaskan dari penahanan Penjajah Israel, akhirnya angkat bicara dan menceritakan kengerian yang ia dan rekan‑rekannya alami. Dalam kesaksian yang menyayat hati dan penuh amarah, ia menegaskan bahwa perlakuan yang diterima bukan sekadar penahanan biasa, melainkan penyiksaan terencana yang dilakukan dengan rasa senang oleh para pelakunya.
“Kami meninggalkan banyak saudara dan saudari kami di sana, masih terkurung di balik tembok penjara,” ungkap Violet dengan suara bergetar. Ia kemudian membongkar fakta paling kelam: “Para monster itu merasakan kenikmatan saat memukuli saya. Mereka tertawa dan merasa puas saat melecehkan saya dan teman‑teman saya secara seksual. Bukan hanya sekali, tapi berulang kali, seolah itu adalah tontonan atau permainan kejam bagi mereka.”
Violet menjelaskan bahwa sejak detik pertama kapal bantuan mereka disergap di perairan internasional, perlakuan kasar langsung dimulai. Mata ditutup rapat, tangan diikat kencang, dan diangkut layaknya barang curian. Selama dalam tahanan, ia dan rekan‑rekannya dipukuli, ditendang, dipaksa menahan posisi menyakitkan berjam‑jam, serta mengalami pelecehan seksual dalam berbagai bentuk, yang semuanya dilakukan dengan sengaja dan penuh kesadaran oleh tentara‑tentara Penjajah Israel.
“Mereka tidak menahan kami karena alasan keamanan. Mereka menahan, menyiksa, dan melecehkan kami hanya karena kami berani membawa makanan dan obat‑obatan untuk rakyat Gaza yang kelaparan. Mereka ingin menghancurkan kami, mematahkan semangat kami, dan membuat kami diam selamanya,” tambahnya dengan tegas.
Kisah Violet menjadi bukti nyata tambahan yang memperkuat laporan‑laporan organisasi hak asasi manusia: penahanan masyarakat sipil internasional yang berusaha membantu Palestina telah berubah menjadi sistem penyiksaan dan pelanggaran berat hak asasi manusia yang sistematis. Ia kini berjuang agar dunia tidak melupakan nasib rekan‑rekannya yang belum dibebaskan, serta menuntut pertanggungjawaban hukum bagi setiap prajurit dan pejabat penjajah yang terlibat dalam tindakan keji tersebut.
Sumber: Quds News Network
Disalin dari: Kiriman Nandi Sunandi di FBG Untukmu Palestina
0 Comments