IG Kalcer.Post | Ada bahaya besar ketika sebuah konglomerasi media raksasa secara sadar dan sistematis memberikan panggung utama kepada agitator yang memproduksi narasi half-truth.
Langkah jaringan media di bawah bendera Media Nusantara Citra (MNC) yang terus memelihara, mengglorifikasi, dan memfasilitasi narasi manipulatif sejarah (seperti yang digaungkan Abu Janda) tidak bisa lagi dimaklumi sekadar sebagai strategi mencari engagement atau rating. Ini adalah bentuk operasi psikologis (Psy-Op) yang secara agresif mencoba menggeser Overton Window masyarakat kita.
Sejak era kepemimpinan Soekarno, garis demarkasi diplomasi dan ideologi bangsa ini sangat jelas, final, dan tidak bisa ditawar: menentang segala wujud kolonialisme di atas dunia, dan berdiri kokoh tanpa kompromi membela hak kemerdekaan Palestina.
Menormalisasi narasi penjajahan, mendistorsi fakta sejarah tanah Palestina, dan mengamplifikasinya melalui frekuensi publik bukanlah kebebasan berpendapat. Di mata sejarah dan konstitusi, tindakan tersebut adalah bentuk pengkhianatan paling terang-terangan terhadap amanat pendiri bangsa.
Bagi kami, batas toleransinya sudah terlewati.
Apabila gatekeeper informasi dan elite taipan di belakang layar terus memaksakan narasi yang mendelegitimasi perjuangan bangsa Indonesia untuk Palestina demi melayani pragmatisme geopolitik global yang murahan, maka channel ini akan mengambil posisi ofensif. Kami akan secara aktif menguliti, membongkar operasi informasi ini, dan tidak akan ragu menyematkan gelar Pengkhianat Bangsa kepada siapa pun yang menggadaikan prinsip anti-kolonialisme Indonesia.
Sejarah tidak akan pernah berbaik hati pada mereka yang menjual kewarasan publik dan maruah negara.

















0 Comments