Ad Code

Responsive Advertisement

Berbagai Kejanggalan terkait Pembunuhan Khameini

 


FB Erick Erfinanto | Terlalu Cepat, Presisi dan Akurat Malah Jadi Aneh
Hari Jumat: Pertemuan di Jenewa yang membahas nuklir, seperti tidak terjadi apa-apa. Mulus, lancar, dan hanya detailnya tidak dibuka. Petunjukanya, Iran bilang tidak punya senjata nuklir.
Sabtu Pagi: Israel kirim rudal ke Iran. Presisi, targetnya sangat spesifik. Pemerintah Iran menyatakan Imam Khomeini sudah diamankan. Trump dan Netanyahu bikin statemen, konfirmasi serangan itu dilakukan bersama.
Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia, malah sempat mengutuk serangan ke Iran, dan bilang Israel sedang mensabotase perjanjian AS-Iran di Geneva. Memang banyak yang berharap dari pertemuan Jumat itu.
Iran kirim balasan, tetapi aneh: Tidak ada rudal yang benar-benar melukai tentara Israel maupun Amerika. Sementara itu, pangkalan AS di Teluk sudah kosong duluan.
Diserang, tapi sudah diamankan. Tapi malah jadi titik balik buat negara-negara Teluk untuk mengutuk serangan Iran. Tak terkecuali Turki. Iran jadi terjepit berkali-kali. Cina dan Rusia tak menanggapi. AS bilang kalau China mau sharing informasi satelit ke Iran dianggap terlibat, konsekuensinya bisa panjang.
Minggu: AS, Israel, Iran konfirmasi Khomeini meninggal dalam serangan Sabtu. Selain beliau, syahid lain adalah penasihat beliau, petinggi IRGC, Menhan, dan petinggi Intilejen. Mereka adalah orang-orang yang bisa pencet tombol bom. Dan faktanya, hingga detik ini, apa yang dinanti-nantikan netizen selama 78 tahun belum tampak: nuklir melayang ke Tel Aviv.
Di sisi lain, serangan yang dilakukan di hari Sabtu itu, adalah hari libur, pasar tutup sampai Senin pagi. Potensi market kacau bisa sedikit teredam. Kita tunggu besok.
Hal ini sangat penting buat Amerika yang sedang perang dagang dengan Cina. Tak hendak membuat masalah bertambah pelik. Adapun dengan jiran Iran: Afghanistan dan Pakistan, yang sebelumnya - kalau tidak salah ingat juga hendak memberi bantuan ke Iran jika diserang AS - malah perang sesama mereka, sehari sebelum pertemuan di Jenewa.

Sungguh rapi skenarionya.
Dari pertemuan di Jenewa, serangan yang terlalu presisi, cepat dan akurat itu, membuat kami wajar merasa heran dan jika ada spekulasi yang bilang: ini bukan perang, melainkan kesepakatan yang terencana.
Siapa yang berencana, siapa yang akan untung, siapa pengganti Khameini, gimana nasib sistem Wilayatul Faqih ke depan, akan kah Iran takluk begitu saja?

---
Erik Erfinanto
Minggu, 1 Maret 2026


Post a Comment

0 Comments