Ad Code

Responsive Advertisement

Ditolaknya rombongan Mantan Menkes Palestina ke Indonesia


 

Rupanya :

Ada surat dinas berisi arahan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia untuk menolak setiap rakyat Palestina yang hendak masuk ke Indonesia semenjak tahun 2025.[1]

Habib Riziek Shihab memberitahukan bahwa mantan Menteri Kesehatan Palestina Dr. Basim N​a'im & rombongan setelah silaturrahim dengan PM Malaysia & Tokoh Islam Malaysia, pada tanggal 25 April 2026 ingin ke Indonesia, tapi permohonan Visa Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur ditolak, sehingga mereka kembali ke Turkiye.

​Berikut surat resminya:

​KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI

 

​NOTA DINAS

NOMOR: IMI.2-UM.01.01-5056

​Yth. : Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi
Dari : Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan
Hal : Permohonan Penolakan Pendaratan dan Penyampaian Pembatalan Visa Warga Negara Palestina

Lampiran : 1 (satu) berkas
Tanggal : 17 September 2025 untuk dilakukan penolakan

​Menindaklanjuti arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bahwa setiap orang asing berwarga negara Palestina pemegang visa jenis apapun yang akan masuk ke Indonesia yang melewati Tempat Pemeriksaan Imigrasi baik darat, laut maupun udara untuk dilakukan penolakan dengan alasan keimigrasian (immigration reason). Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini dengan hormat disampaikan permohonan bantuan untuk dapat diinformasikan kepada Seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Indonesia (Terlampir Berita Acara Pembatalan Penerbitan Visa).

​Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih.

​-------------------

Padahal Habib Riziek Shihab sudah minta bantuan ke beberapa pihak yang berkompeten agar mereka diizinkan Silaturrahim ke Ormas & Tokoh Islam Indonesia, tapi gagal. ​Imigrasi pernah membantah bahwa Surat Nota Dinas Tahun 2025 tersebut Hoax, tapi fakta kejadiannya sesuai dengan isi Nota tersebut. ​Siapa Dalang Penolakan Tokoh Palestina ke Indonesia !? Apakah ini dampak Indonedia ikut BoP !? 

------------------ 

Dr. Basem Naim adalah seorang dokter, politisi, dan pejabat senior Gerakan H yang menjabat sebagai Kepala Hubungan Politik dan Internasional. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Palestina tahun 2009 dalam pemerintahan Assyahid Syaikh Ismail Haniyah. Beliau memiliki sejarah panjang dengan Indonesia, terutama perannya dalam memfasilitasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Beliau membantu urusan tanah, izin, hingga logistik dan juga mewakafkan tanahnya 1.5 Hektar dan mempermudah segala urusan birokrasi tanpa memungut biaya sepeser pun. 

Kronologi Ditolak 

Selepas kunjungannya dari negeri jiran Malaysia, Dr. Basim Naim berencana melanjutkan kunjungannya ke Indonesia untuk bisa bertemu dengan berbagai organisasi Islam di Indonesia (seperti Muhammadiyah, NU, Persis, FPI, dan lainnya).

Namun, pada hari sabtu 25 April 2026 beliau dilaporkan ditolak oleh imigrasi untuk masuk ke Indonesia. Beberapa Pihak terkait dari dalam negeri sudah mencoba menghubungi berbagai pejabat untuk membantu delegasi tersebut, namun tidak ada solusi yang didapatkan.

Siapa yang Menghalangi? 

Mengapa mereka ditolak dan tidak diberi akses untuk bertemu dengan ormas-ormas Islam di Indonesia?Ada desakan untuk klarifikasi: siapa yang menghalangi? Apakah itu Presiden? apakah BIN? Menhan? Panglima TNI? atau Kapolri? Siapa ??? 

Hal ini sangat menyedihkan dan mengecewakan! Mengapa sosok yang berjasa untuk indonesia justru dilarang masuk? Penolakan ini adalah bentuk ketidakadilan dan kurangnya rasa kemanusiaan dari instansi yang menghalangi delegasi tersebut.

Terbelenggu dengan Kebijakan BOP?

Keanggotaan Indonesia dalam BOP (Board of Peace) dinilai membatasi ruang gerak diplomasi Indonesia. Dampaknya Indonesia menjadi "terbelenggu" secara politik, membuat pemerintah terkesan takut untuk menerima kunjungan dari tokoh pejuang Palestina. Kita kehilangan keleluasaan untuk bersikap tegas dalam solidaritas karena terikat aturan dalam persekutuan tersebut. Mengapa kita harus takut pada tekanan eksternal sampai harus menolak saudara sendiri?

Kontras Sikap anatara Indonesia & Malaysia

Sebuah kontras yang tajam dimana Malaysia menyambut Rombongan Dr. Basim Na'im, bahkan mereka diundang secara resmi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Beliau mengumpulkan para ulama dan tokoh Islam untuk menerima utusan tersebut dengan tangan terbuka. Sementara Indonesia justru menutup pintu rapat - rapat terhadap mereka. Sungguh sangat menyedihkan.

Bagaimana sikap Anda

 Jangan diam dan jangan biarkan isu ini hilang begitu saja. Mari suarakan dukungan agar pemerintah lebih berdaulat dan teguh mendukung delegasi Palestina. Para Ulama, Tokoh, Ormas Islam dan Umat Islam harus Mendesak pemerintah untuk bersikap seperti Malaysia dan mengundang kembali delegasi Palestina tersebut dan bisa diterima secara resmi oleh Presiden Indonesia.

-------------

Sumber: Telegram Group Save Palestine 

====================

Catatan Kaki oleh Admin:

[1] Agus Andrianto lahir 16 Februari 1967 adalah politikus dan purnawirawan perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia sejak 21 Oktober 2024   

 

Post a Comment

0 Comments