Ad Code

Responsive Advertisement

Penangkapan Tokoh Syi'ah di Bahrain

MANAMA, 10 Mei 2026 – Pemerintah Bahrain dilaporkan telah menangkap sejumlah tokoh agama dan ulama Syiah terkemuka di negara tersebut. Berdasarkan laporan PressTV, penangkapan ini dilakukan dalam serangkaian operasi keamanan yang digelar aparat keamanan, memicu kekhawatiran baru mengenai kebebasan beragama dan politik di kerajaan Teluk tersebut. 

Nama-nama tokoh yang ditangkap belum diumumkan secara resmi, namun sumber lokal menyebut mereka merupakan tokoh berpengaruh yang memiliki basis pengikut besar dan sering mengkritik kebijakan pemerintah. Reuters mengonfirmasi bahwa operasi ini berlangsung di beberapa wilayah pemukiman mayoritas Syiah, di mana pasukan keamanan terlihat melakukan penggeledahan dan penahanan. 

Pihak berwenang belum merilis pernyataan resmi maupun alasan penahanan, namun sumber keamanan yang tidak mau disebutkan namanya menyebut tindakan ini berkaitan dengan dugaan aktivitas yang dinilai mengganggu stabilitas nasional dan keamanan negara. Sementara itu, Associated Press (AP) melaporkan bahwa kelompok oposisi dan organisasi hak asasi manusia mengecam langkah ini, menyebutnya sebagai upaya bungkam suara kritis dan menekan komunitas Syiah yang merupakan mayoritas penduduk namun berada di bawah pemerintahan yang dipimpin kalangan Sunni. 

Sejarah mencatat, Bahrain telah lama menghadapi ketegangan antara pemerintah dan komunitas Syiah, terutama sejak gelombang protes besar pada tahun 2011 yang menuntut reformasi politik. Sejak saat itu, pemerintah memperketat kendali keamanan, membatasi aktivitas kelompok oposisi, serta membubarkan organisasi dan lembaga yang dianggap berafiliasi dengan kekuatan luar. 

Human Rights Watch dalam laporan terbarunya mencatat pola berulang: penangkapan tokoh agama, pembatasan khotbah, dan pembubaran majelis keagamaan sering dilakukan saat ketegangan politik memuncak atau saat pemerintah merasa pengaruh tokoh agama semakin kuat di masyarakat. Di sisi lain, pemerintah Bahrain selalu membantah tuduhan diskriminasi, dan menegaskan bahwa semua tindakan hukum diambil sesuai undang-undang negara, bertujuan menjaga persatuan, keamanan, dan kedaulatan, tanpa membedakan latar belakang agama atau sekte. 

Insiden ini kembali menyoroti situasi politik dan sosial di Bahrain, serta memicu kekhawatiran internasional akan semakin menyempitnya ruang kebebasan berpendapat dan beribadah di negara tersebut. Organisasi internasional maupun negara-negara mitra kini meminta pemerintah Manama untuk segera menjelaskan alasan penahanan dan memastikan hak-hak para tertahan dihormati sesuai hukum internasional. 

Sumber: PressTV, Reuters, Associated Press (AP), Human Rights Watch 

Copas dari: TG Info Dunia Islam 

Post a Comment

0 Comments