
Penghormatan bagi Syahid Fathi Khazem: Ayah dari Dua Syuhada dan Tahanan Shaimaa Khazem
Pasukan Penjajah membunuh tokoh Palestina Fathi Khazim (Abu Raad)—ayah dari dua syuhada dan tahanan Shaimaa Khazim—di dalam rumahnya di kawasan Al-Masarwa, pusat kota Jenin, pada 21 Agustus 2026.
Pasukan Penjajah dilaporkan berusaha mempermalukannya di hadapan istri dan putranya yang berusia 15 tahun. Abu Raad melawan upaya penghinaan tersebut dengan berkata kepada tentara itu: "Siapa kau hingga menyuruhku untuk tunduk?"
Beliau wafat sebagai syahid setelah tentara penjajah menembakkan tujuh peluru tepat ke arahnya. Jenazahnya kemudian dibawa oleh pasukan Penjajah Zionis ke lokasi yang tidak diungkapkan.
Fathi Zidan Khazem, yang dikenal sebagai "Abu Raad," lahir pada tahun 1966 di kamp pengungsi Jenin. Keluarganya terusir dari wilayah Shefa-Amr dan Qabatiya selama peristiwa Nakba tahun 1948. Selama Intifada Pertama, ia sempat dipenjara selama beberapa tahun. Ia kemudian bergabung dengan Pasukan Keamanan Nasional Palestina.
Pada 7 April 2022, putra sulungnya, Raad Khazim, melancarkan operasi perlawanan di "Jalan Dizengoff" di Yaffa ("Tel Aviv"). Fathi Khazim menyampaikan pidato yang sangat menggugah di kamp pengungsi Jenin saat masyarakat berkumpul untuk mengenang putranya yang gugur syahid. Ia menggambarkan kamp pengungsi Jenin sebagai benteng perlawanan dan menyerukan persatuan Palestina.
Pada 28 September 2022, pasukan penjajah melakukan penyerangan besar-besaran di kamp pengungsi Jenin. Rumah keluarga Khazim menjadi sasaran dan sebagian hancur. Dalam serangan tersebut, putra keduanya, Abdul Rahman Khazim (27 tahun), gugur syahid. Ia pun kemudian dikenal sebagai "ayah para syuhada."
Syahid Fathi Khazim adalah simbol keluarga Palestina yang harus menanggung pengorbanan besar demi perlawanan terhadap penjajahan. Pembunuhannya bukanlah insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menargetkan para tokoh yang telah menjadi simbol bagi rakyat Palestina.
Shaimaa Fathi Zaidan Khazem (lahir 20 Desember 1999) dari Kamp Pengungsi Jenin ditangkap pada 3 Agustus 2025 di Umm al-Fahm—di wilayah yang dijajah sejak tahun 1948. Ia telah ditahan selama lebih dari setahun di bawah perintah penahanan administratif.
Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Shaimaa, serta kepada keluarga syahid Khazim dan rakyat Palestina. Kemuliaan bagi syahid Fathi Khazim! Kebebasan bagi putrinya, Shaimaa Khazim, dan bagi seluruh tahanan Palestina!
0 Comments