Ad Code

Responsive Advertisement

Maklumat Hamas_1.10.26

 

Hamas Memperingati Sebelas Tahun Intifadah Al-Quds: Segala Kezaliman Kaum Penjajah Zionis Tiada Kan Mematahkan Keberanian Hati Rakyat Kami
Perhimpunan Perlawanan Islam (Hamas) pada hari Kamis yang lalu telah memperingati sebelas tahun genapnya peristiwa "Intifadah Al-Quds" (merupakan Kebangkitan Yerusalem), yang mula pertama berkobar pada tanggal 1 Oktober tahun 2015, sesudah kaum pendatang haram bangsa penjajah Zionis dengan kejamnya membakar sekeluarga Dawabsheh di tanah Nablus.
Di dalam surat maklumatnya, perhimpunan itu menyatakan bahwasanya kebangkitan tersebut "akan tetap menjadi suatu tiang tanda perjuangan yang kukuh di dalam sanubari rakyat kami, yang memperlihatkan persatuan segenap bangsa guna membalas perbuatan yang amat ngeri itu." Bersamaan dengan itu, ditegaskan pula bahwa "darah para syuhada tiada kan tumpah dengan sia-sia, dan tiap-tiap bencana yang hendak didatangkan ke atas Yerusalem serta Masjidil Aqsa akan disambut dengan keteguhan hati dan perlawanan yang amat hebat, sehinggalah kaum penjajah itu dapat dihalau keluar."
Hamas menerangkan pula bahwa peringatan pada tahun ini jatuh di tengah-tengah masa kala kezaliman kaum penjajah dan perhimpunan pelampau (ekstrimis) Zionis kian merajalela terhadap Yerusalem, Masjidil Aqsa, serta segenap rakyat kami. "Darah syuhada kami yang tercurah oleh sebab angkara murka kaum penjajah itu ialah suatu bukti nyata yang akan selamanya mempersaksikan kelaliman dan kebengisan mereka."
Maka perhimpunan perlawanan itu sekali lagi menyampaikan seruan kepada pergaulan bangsa-bangsa di seluruh dunia supaya "memikul kewajiban siasat, kemanusiaan, serta keadilan mereka demi menyudahi angkara murka Zionis ini [...] serta berikhtiar dengan sungguh-sungguh untuk menetapkan Pemerintah Penjajah sebagai kaum durjana, mengucilkannya dari pergaulan dunia, dan menghadapkan para pemimpinnya ke muka pengadilan sebagai penjahat peperangan."
==========
 
Surat Maklumat Pers
Upacara Pemakaman Seratus Lima Syuhada Setelah Jasad Mereka Diketemukan Kembali: Kejahatan Penumpasan Bangsa terhadap Rakyat Biasa di Jalur Gaza Menjadi Bukti Nyata Kelaliman dan Kebengisan Kaum Penjajah; Kami Menuntut Supaya Para Durjana Diadili dan Tiada Terlepas daripada Hukuman
Di dalam suatu peristiwa yang kembali memperlihatkan betapa dalamnya sengsara yang menimpa keluarga-keluarga di tanah Gaza—yang telah sekian lama menanti-nanti guna mendapati kembali kaum kerabat yang dikasihi agar dapat dikuburkan dengan layak—rakyat kami di Gaza telah mengantarkan jasad seratus lima orang syuhada ke liang kubur. Jasad-jasad tersebut berhasil dikeluarkan dari bawah runtuhan Menara Al-Taj di tengah Bandar Gaza, yaitu bangunan yang dihancurkan dengan bom dalam perang penumpasan bangsa yang dilancarkan oleh penjajah Zionis yang durjana terhadap rakyat Palestina kami.
Pemandangan yang amat memilukan hati ini membuka tabir kekejaman yang tiada terperi dari kejahatan penumpasan bangsa di Jalur Gaza, serta melipatgandakan pula duka nestapa keluarga-keluarga lain yang masih menantikan kabar tentang nasib anak-pinak dan sanak saudara mereka. Hal yang sedemikian ini terjadi oleh sebab pihak penjajah senantiasa merintangi masuknya segala perkakas dan jentera yang diperlukan guna menyisih runtuhan batu, mencari orang yang hilang, serta mengangkat jasad-jasad tersebut.
Maka kami menyerukan dengan sangat supaya diadakan tekanan atas pihak penjajah dengan segala daya upaya, guna memaksa mereka mengizinkan masuknya segala perkakas pembersih runtuhan rumah serta segala jentera berat yang amat dibutuhkan oleh barisan Pertahanan Sipil dalam menunaikan kewajiban mereka mencari korban yang hilang dan mengangkat jasad para korban.
Perbuatan yang amat keji terhadap rakyat biasa yang tiada berdaya ini sekali-kali tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa pertanggungjawaban, dan para durjana yang melakukannya tiada boleh luput daripada hukuman.
  • Kami mendesak Mahkamah Hukum yang Tertinggi di Dunia supaya melanjutkan pemeriksaan dan menuntut para pemimpin penjajah yang bertanggung jawab atas segala kejahatan ini.
  • Kami menyerukan pula kepada mahkamah-mahkamah yang bersangkutan di seluruh muka bumi supaya mempergunakan kekuasaan hukum mereka guna mengejar dan mendakwa para penjahat perang Zionis itu ke muka pengadilan.

Catatan Penyesuaian Gaya Bahasa Balai Pustaka:
  • Pilihan Kata (Diksi): Kata modern seperti pernyataan diganti dengan surat maklumat, gerakan menjadi perhimpunan, ekstremis menjadi pelampau, terorisme menjadi angkara murka, komunitas internasional menjadi pergaulan bangsa-bangsa, dan politik menjadi siasat.
  • Gaya Kalimat: Menggunakan konjungsi lama yang anggun seperti bahwasanya, mula pertama, sehinggalah, kala, dan tiada kan.
  • Struktur: Kalimat dibuat sedikit lebih panjang dan mengalir dengan rima internal (khas Melayu Tinggi/Sumatera), namun tetap taat pada ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sekarang.
  • Warga sipil \(\rightarrow \) Rakyat Biasa (terasa lebih klasik dan kontras dengan penguasa/militer).
  • Genosida \(\rightarrow \) Penumpasan bangsa (terjemahan harfiah yang umum digunakan sebelum kata serapan asing diadopsi luas).
  • Mesin/peralatan \(\rightarrow \) Jentera/perkakas (istilah mekanis yang lazim pada awal abad ke-20).
  • Tragedi/tragis \(\rightarrow \) Sengsara / memilukan hati / duka nestapa.
  • Anak dan kerabat \(\rightarrow \) Anak-pinak dan sanak saudara.
  • Mahkamah Pidana Internasional (ICC) \(\rightarrow \) Mahkamah Hukum yang Tertinggi di Dunia (diterjemahkan secara deskriptif puitis karena lembaga internasional modern belum berdiri atau dikenal akrab pada era Balai Pustaka).
  •  

 

 

 

Gerakan Perlawanan Islam – Hamas 
1 Oktober 2026 |
Situs web resmi - Gerakan Hamas
 

 

Post a Comment

0 Comments