
Siaran Pers
Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengumumkan terpilihnya saudara mujahid Khalil al-Hayya sebagai kepala Biro Politik gerakan tersebut, menggantikan pemimpin yang gugur, Yahya al-Sinwar.
=========
Hamas Memilih Khalil Al-Hayya sebagai Pemimpin Baru, Menunjukkan Demokrasi Institusional di Tengah Agresi Zionis
Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) pada hari Senin mengumumkan terpilihnya pemimpin senior Dr. Khalil Al-Hayya sebagai kepala barunya, mengakhiri proses pemilihan internal yang melibatkan perwakilan dari semua wilayah gerakan tersebut, termasuk Gaza, Tepi Barat, penjara pendudukan, dan luar negeri. Gerakan tersebut menggambarkan pemilihan tersebut sebagai berlangsung melalui "proses konsultatif (syura) institusional," dan menyampaikan ucapan selamat kepada Al-Hayya karena telah mendapatkan kepercayaan dari saudara-saudaranya dan lembaga-lembaga gerakan tersebut.
Terlepas dari kompleksitas situasi keamanan dan politik yang melingkupi gerakan tersebut—dengan agresi yang terus berlanjut dan penargetan sistematis terhadap kepemimpinan, kader, dan rakyatnya baik di dalam maupun di luar Palestina—Hamas menekankan bahwa pemilihan ini bukanlah "sekadar detail prosedural, tetapi konfirmasi bahwa Hamas adalah gerakan yang diatur oleh lembaga-lembaga dan syura (konsultasi), dan terikat oleh sistem dan peraturannya," demikian bunyi pernyataan Hamas, yang menggarisbawahi komitmennya terhadap praktik demokrasi bahkan dalam kondisi yang paling menantang.
Hamas juga mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan hak elektoral ini "pada saat ini juga, di tengah kondisi keamanan dan politik yang sangat kompleks," menekankan bahwa mereka akan tetap fokus pada prioritas utama mereka—menghentikan agresi yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina, mencabut pengepungan, mengizinkan bantuan kemanusiaan dan medis masuk, dan meluncurkan proses rekonstruksi yang adil, serta menghadapi rencana pengusiran Zionis terhadap rakyat Palestina.
Hamas memberikan penghormatan kepada para pemimpinnya yang gugur, termasuk Ismail Haniyeh, Saleh Al-Arouri, Yahya Al-Sinwar, dan Muhammad Al-Deif, bersama dengan semua pemimpin dan kader yang gugur, menegaskan kembali persatuannya di belakang kepemimpinan yang baru terpilih, dan bersumpah untuk tetap setia pada pengorbanan rakyat Palestina "hingga pembebasan dan kepulangan, dengan kehendak Allah."
=========
Pernyataan Pers
Serangan udara brutal yang dilakukan oleh penjajah Zionis yang kriminal—yang menargetkan tenda-tenda pengungsi dan rumah-rumah warga sipil tak berdosa di berbagai wilayah Jalur Gaza, mengakibatkan tujuh orang tewas dan beberapa lainnya terluka—merupakan tindakan agresi sistematis, yang dilakukan dalam konteks genosida yang terus dilancarkan oleh penjahat perang Netanyahu terhadap rakyat Palestina, dengan terang-terangan melanggar semua hukum internasional dan norma kemanusiaan.
Kejahatan dan pembantaian keji yang dilakukan oleh penjajah ini hanya akan memperkuat tekad rakyat Palestina untuk tetap teguh pada tanah dan hak-hak mereka, serta untuk mempertahankan hak mereka atas kehidupan, kebebasan, dan martabat. Hal ini tidak akan berhasil menghalangi mereka untuk terus teguh dan menghadapi skema Yahudisasi, pemukiman, dan ekspansionis yang bertujuan untuk mencabut mereka dari tanah mereka.
Kami kembali menyerukan kepada para mediator dan penjamin perjanjian gencatan senjata, serta kepada PBB, untuk mengambil tindakan segera dan mendesak guna menghentikan agresi kriminal ini, memaksa penjajah untuk menghentikan kejahatannya, dan mengakhiri kebijakan pembunuhan, kelaparan, dan pengepungan yang terus mereka terapkan terhadap rakyat kami di Gaza.
=========
Gerakan Perlawanan Islam - Hamas
20 Juli 2026 | Situs web resmi - Gerakan Hamas
0 Comments