
Pernyataan Pers
Keputusan otoritas penjajah teroris untuk menutup Masjid Ibrahimi bagi para jemaah dengan dalih hari raya Yahudi—sembari membiarkan para pemukim haram kaum penjajah melakukan ritual Talmud dan mengadakan upacara Yudaisasi—merupakan pelanggaran nyata terhadap kesucian dan identitas masjid tersebut.
Tindakan ini merupakan bagian dari kebijakan sistematis yang menargetkan situs-situs suci Islam, dengan tujuan memaksakan langkah-langkah Yudaisasi baru yang berbahaya terhadap situs-situs tersebut.
Kami, di Gerakan Hamas, memperingatkan agar pelanggaran serius ini tidak diteruskan—terutama yang menargetkan Masjid Al-Aqsa yang diberkati dan Masjid Ibrahimi—serta menyerukan kepada Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan seluruh kekuatan berpengaruh di dalam umat Arab dan Islam untuk mengambil langkah mendesak guna menghentikan tindakan tersebut, melindungi situs-situs suci, dan menjamin hak umat Islam untuk mengakses serta melaksanakan ibadah keagamaan di sana.
Kami menegaskan bahwa segala upaya pihak penjajah untuk menargetkan situs-situs suci Islam dan Kristen tidak akan berhasil memaksakan identitas palsu mereka. Musuh kriminal beserta tindakannya pasti akan musnah, karena rakyat Palestina akan tetap teguh mempertahankan tanah air, situs-situs suci, dan hak sah mereka untuk menentukan nasib sendiri.
========
⭕ Hamas Mengecam Penolakan Visa AS bagi Delegasi Palestina ke PBB untuk Tahun Kedua
Juru bicara Gerakan Hamas, Hazem Qassem, pada hari Senin mengecam keputusan pemerintah AS yang menolak memberikan visa masuk kepada delegasi Palestina untuk berpartisipasi dalam Sidang Majelis Umum PBB selama dua tahun berturut-turut.
Dalam sebuah pernyataan, Qassem menegaskan bahwa keputusan ini "merupakan pelanggaran nyata terhadap piagam dan perjanjian internasional yang mengatur operasional markas besar PBB, serta mencerminkan kebijakan keberpihakan penuh AS terhadap penjajahan Zionis."
=========
Hamas: Pembunuhan Harian oleh Pihak Kolonial di Gaza Merupakan Kelanjutan Genosida
Juru bicara Gerakan Hamas, Hazim Qassim, pada hari Senin menyatakan bahwa pembunuhan harian yang terus berlanjut terhadap perempuan dan anak-anak oleh tentara Penjajah Zionis di Jalur Gaza—seperti yang terjadi hari ini—merupakan eskalasi dari perang pemusnahan yang tiada henti, meskipun perjanjian gencatan senjata telah ditandatangani di Sharm al-Sheikh hampir setahun yang lalu.
Dalam sebuah pernyataan, Qassim menegaskan bahwa sikap diam Dewan Perdamaian beserta badan-badannya, serta kegagalan mereka dalam mengidentifikasi secara jelas pihak penjajah sebagai pihak yang berupaya merusak perjanjian gencatan senjata, adalah hal yang "tidak dapat diterima dan tidak boleh dibiarkan berlanjut."
"Upaya Dewan Perdamaian, Mladenov, dan mediator AS untuk mencari pembenaran atas kejahatan pihak penjajah, serta mempertimbangkan pemilu Negara Penjajah Israel yang akan datang saat menangani pelanggaran-pelanggarannya, justru menjadi kedok bagi berlanjutnya kejahatan-kejahatan tersebut dan merusak perjanjian gencatan senjata," tambahnya.
Juru bicara Hamas tersebut mendesak negara-negara Arab dan Islam yang tergabung dalam Dewan tersebut untuk mengambil "sikap yang jelas dan praktis terhadap kejahatan dan pelanggaran tanpa henti yang dilakukan pihak kolonial," mengingat kegagalan Dewan dalam menghentikan tindakan tersebut, meskipun pihak Palestina telah menunjukkan komitmen yang jelas terhadap gencatan senjata.
=========
⭕ Pernyataan Juru Bicara Gerakan Hamas Menanggapi Tuduhan Tentara Musuh yang Kriminal
Tuduhan pihak Penjajah Zionis yang kriminal bahwa anggota Gerakan Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata hari ini [Senin] di Jalur Gaza adalah tuduhan palsu dan tidak berdasar.
-Kami menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan ini bertujuan mencari dalih untuk membenarkan pelanggaran Kaum Penjajah dan meningkatkan eskalasi agresi terhadap rakyat Palestina kami di Gaza.
-Kami di Gerakan Hamas menegaskan kembali komitmen kami terhadap perjanjian gencatan senjata, yang sangat kontras dengan pelanggaran dan pengingkaran perjanjian yang terus-menerus dilakukan oleh pihak penjajah.
21 September 2026 | Situs web resmi - Gerakan Hamas
0 Comments