⭕ Pernyataan Pers
Aksi terorisme yang terus dilakukan oleh para Pemukim Haram Kaum Penjajah serta eskalasi serangan terorganisir mereka terhadap rakyat Palestina—beserta harta benda dan tanah mereka—di Tepi Barat yang dijajah, berlangsung dengan dukungan dan perlindungan langsung dari Pemerintah Penjajahan dan pemimpinnya, penjahat perang Netanyahu.
Hal ini merupakan bagian dari rencana sistematis untuk memaksakan realitas baru berupa Pemukim Haram Kaum Penjajah di lapangan, mempercepat proyek aneksasi dan pengusiran, serta berupaya mematahkan semangat rakyat kami dan mengusir mereka dari tanah airnya.
Penjahat perang Netanyahu, yang memimpin perang genosida terhadap rakyat kami di Gaza, menerapkan pendekatan kriminal yang sama di Tepi Barat dengan memberikan keleluasaan bagi para Pemukim Haram Kaum Penjajah untuk meningkatkan aksi terorisme terorganisir mereka, sebagai perpanjangan dari kebijakan pembunuhan, pengusiran, dan pembersihan etnis yang ia jalankan.
Ia juga memanfaatkan terorisme ini untuk kepentingan agenda politik dan elektoralnya, serta untuk memuaskan gerakan Pemukim Haram Kaum Penjajah sayap kanan ekstrem. Sikap dan pernyataan yang disampaikan oleh Netanyahu dan pemerintahannya terkait serangan Pemukim Haram Kaum Penjajah hanyalah kedok semata—upaya untuk meredam kecaman internasional yang kian meningkat dan mengurangi tekanan eksternal, serta untuk mengelak dari tanggung jawab langsung di hadapan dunia atas terorisme terorganisir ini.
Sementara itu, Pemerintah Kaum Penjajah terus memberikan perlindungan dan dukungan bagi para pemukim haram, membiarkan mereka bebas melakukan kejahatan dan serangan lebih lanjut terhadap rakyat kami.
Kami menuntut pertanggungjawaban penuh dari Pemerintah Kaum Penjajah atas terorisme terorganisir ini beserta segala dampaknya. Kami juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk melangkah lebih jauh dari sekadar pernyataan kecaman dan mengambil tindakan nyata yang memberikan efek jera, termasuk menjatuhkan sanksi terhadap para pemimpin Pemukim Haram Kaum Penjajah yang bertindak sebagai teroris, menindak jaringan yang mendanai dan mendukung mereka, serta berupaya memberikan perlindungan bagi desa dan komunitas Palestina yang menjadi sasaran serangan. Selain itu, kami mendesak diaktifkannya mekanisme pertanggungjawaban dan peradilan internasional atas kejahatan perang dan pembersihan etnis yang dilakukan terhadap rakyat kami.
===============
⭕ Pernyataan Pers
Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menegaskan bahwa tindakan menteri ekstremis Itamar Ben-Gvir yang menyerbu sel tahanan perempuan Palestina—di mana ia mengeksploitasi penderitaan mereka sebagai tontonan di depan kamera—mencerminkan tingkat fasisme serta kebejatan politik dan moral.
Tindakan ini juga menyingkap pola pikir penuh dendam dan teroris yang mendasari perilaku Kaum Penjajah beserta para pemimpinnya; sebuah perilaku yang tidak dapat ditoleransi oleh rakyat kami maupun gerakan perlawanan kami.
Kami memperingatkan bahaya dari tindakan terus-menerus mengubah penjara Kaum Penjajah menjadi arena terbuka bagi pelanggaran, penghinaan, ancaman, penyiksaan, dan pembunuhan, serta tindakan para pemimpin Kaum Penjajah yang mengeksploitasi penderitaan para tahanan kami sebagai propaganda pemilu murahan.
Kami menegaskan bahwa kejahatan-kejahatan ini menuntut tindakan nyata di semua tingkatan untuk mendukung perjuangan kami dan mengakhiri penderitaan mereka. Kegagalan komunitas internasional, PBB, dan kelompok-kelompok hak asasi manusia dalam meminta pertanggungjawaban Kaum Penjajah serta mengadili para pemimpinnya adalah hal yang mendorong mereka untuk terus melakukan pelanggaran ini dan menjadikannya praktik sehari-hari.
Pernyataan kecaman secara lisan tetap tidak membuahkan hasil selama Kaum Penjajah terus melakukan kejahatannya tanpa adanya pertanggungjawaban atau hukuman yang memberikan efek jera.
Kami menyerukan kepada rakyat kami, faksi-faksi nasional dan Islam, organisasi hak asasi manusia dan media, serta masyarakat dunia yang merdeka untuk mengangkat isu mengenai para tahanan kami ke tingkat tertinggi, mengungkap kejahatan Kaum Penjajah terhadap mereka, meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab, serta menolak membiarkan penderitaan mereka dinormalisasi atau dianggap sebagai hal yang lumrah.
===============
⭕ Pernyataan Pers
Perintah militer Tentara Penjajah Zionis untuk menyita lebih dari 37 *dunum* lahan di Beitunia, sebelah barat Ramallah, sekali lagi menegaskan bahwa Kaum Penjajah terus melanjutkan kebijakannya mencuri tanah Palestina dan melakukan Yudaisasi secara paksa.
Hal ini merupakan bagian dari skema Permukiman Haram Kaum Penjajah yang sama sekali tidak memiliki legitimasi, berapa pun lamanya waktu berlalu. Keputusan ini merupakan tantangan baru dan bentuk pengabaian terhadap komunitas internasional serta resolusi-resolusi PBB. Hal ini menuntut tindakan internasional segera untuk menghentikan kebijakan Kaum Penjajah dan menjatuhkan sanksi yang memberikan efek jera guna memaksa mereka mundur dari agresi serta rencana Yudaisasi tersebut.
Kami menegaskan bahwa pencurian ini—seperti halnya tindakan Yudaisasi lainnya terhadap tanah Palestina—adalah batal demi hukum dan tidak akan mengubah fakta sejarah maupun geografi. Rakyat kami, yang berakar kuat di tanah mereka, akan tetap teguh menghadapi segala skema Yudaisasi dan aneksasi hingga penjajahan berakhir dan negara Palestina, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, berdiri tegak.
Gerakan Perlawanan Islam – Hamas
30 Agustus 2026 | Situs web resmi - Gerakan Hamas
0 Comments