Ad Code

Responsive Advertisement

Pernyataan Hamas_31.8.26

Pernyataan Pers 

Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menegaskan bahwa tindakan Kaum Penjajah yang merampas lahan milik masyarakat Badui "Al-Muntar" dan kawasan "Bariyat Al-Sawahera" di sebelah timur Yerusalem yang dijajah, serta mengklasifikasikannya sebagai "tanah negara", merupakan kejahatan baru dalam rangkaian rencana Permukiman Haram Kaum Penjajah yang bertujuan memecah belah Tepi Barat secara geografis, mengisolasi Yerusalem, dan memperketat kendali atas bandar tersebut. 

Kami memperingatkan adanya eskalasi rencana yang bertujuan mengusir rakyat kami dan merampas tanah mereka di Yerusalem dan Tepi Barat. Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengakhiri sikap diamnya dalam menghadapi perang Permukiman Haram Kaum Penjajah dan Yudaisasi yang dilakukan Kaum Penjajah, serta mengambil tindakan untuk menghentikan agresi terhadap rakyat, tanah, dan situs-situs suci kami. 

Rencana dan kejahatan Kaum Penjajah tidak akan berhasil mematahkan keteguhan rakyat kami ataupun kehadiran mereka yang mengakar kuat di tanah air mereka; tindakan tersebut justru akan dihadapi dengan ketahanan dan perlawanan yang lebih besar untuk menggagalkan proyek aneksasi dan pengusiran paksa. 

Agresi Permukiman Haram Kaum Penjajah yang terus meningkat ini menuntut penyatuan upaya Palestina dan penguatan opsi perlawanan demi melindungi eksistensi Palestina. Kami juga menyerukan kepada PBB, Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan masyarakat dunia yang menjunjung kebebasan untuk memikul tanggung jawab serta mengambil tindakan efektif guna menghentikan ekspansi Kaum Penjajah beserta rencana Yudaisasi, perluasan permukiman haram, dan pengusiran paksa yang mereka lakukan. 

=======

Pernyataan Pers 

Aksi penerobosan berulang kali yang dilakukan oleh sosok yang disebut sebagai Menteri Keamanan Nasional dalam Pemerintahan Kaum Penjajah yang ekstremis dan kriminal, Itamar Ben-Gvir, ke dalam Masjid Al-Aqsa yang diberkati, serta tindakannya melakukan ritual Talmud di dekat Kubah Batu (Dome of the Rock), merupakan eskalasi berbahaya dalam kebijakan Pemerintahan Kaum Penjajah yang fasis untuk menodai dan melakukan Yudaisasi terhadap Masjid Al-Aqsa. 

Tindakan ini memanfaatkan periode menjelang pemilu untuk semakin mengintensifkan agresi terhadap tanah, rakyat, dan situs-situs suci kami. Penerobosan ini merupakan serangan nyata terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa yang diberkati, serta bentuk pengabaian terhadap perasaan umat Islam dan terhadap status serta kesucian Al-Aqsa bagi umat Islam sedunia. 

Rakyat dan umat kami tidak akan menerima ataupun tinggal diam; rakyat dan gerakan perlawanan kami tidak akan berpangku tangan menghadapi penodaan terhadap situs-situs suci kami dan akan terus membelanya dengan segala cara yang memungkinkan. 

Kami menyerukan kepada seluruh rakyat kami di Yerusalem, wilayah-wilayah yang dijajah sejak 1948, dan Tepi Barat untuk meningkatkan kehadiran mereka di Masjid Al-Aqsa, mendukung keteguhan penduduk Yerusalem serta mereka yang membela Masjid tersebut, dan melawan rencana pembagian serta Yudaisasi. Kami juga menyerukan kepada umat Arab dan Islam, serta komunitas internasional, untuk memikul tanggung jawab mereka dan mengambil tindakan mendesak guna menghentikan pelanggaran-pelanggaran yang terus berlangsung ini serta meminta pertanggungjawaban para pemimpin Kaum Penjajah atas kejahatan mereka. 

==========

Pernyataan Pers 

Agresi Kaum Penjajah yang Semakin Intensif di Gaza Bukan Lagi Sekadar Pelanggaran Sporadis, Melainkan Perang Berkelanjutan & Pengingkaran terhadap Kesepakatan Gencatan Senjata 

Peningkatan kejahatan dan serangan oleh Tentara Penjajah Zionis di Jalur Gaza sejak pagi ini—termasuk penghancuran beberapa rumah di wilayah selatan Jalur Gaza, penembakan terhadap nelayan di lepas pantai Bandar Gaza, dan penargetan rakyat sipil di seluruh Gaza yang mengakibatkan tewasnya sedikitnya lima rakyat sipil serta jatuhnya korban luka lainnya—merupakan eskalasi fasis yang sistematis oleh pemerintahan penjahat perang Netanyahu, sebuah penegasan atas genosida berkelanjutan terhadap rakyat kami, serta pengingkaran terhadap kewajiban mereka dalam kesepakatan gencatan senjata. 

Apa yang terjadi di Gaza bukan lagi pelanggaran sporadis atau insiden terisolasi, melainkan telah menjadi kebijakan agresi sistematis dan perang berkelanjutan dalam berbagai bentuk. Kami kembali menyerukan kepada para mediator dan penjamin kesepakatan gencatan senjata untuk memikul tanggung jawab mereka terkait kejahatan Zionis terhadap rakyat kami ini, serta mengambil tindakan segera untuk menekan Pemerintah Kaum Penjajah agar menghentikan agresinya terhadap rakyat kami dan memaksanya menghormati kesepakatan yang ditandatangani di bawah naungan internasional. 

Pembantaian brutal harian yang dilakukan oleh Tentara Kaum Penjajah—yang tergolong sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan—menuntut adanya tindakan internasional, PBB, dan gerakan rakyat untuk mengisolasi Kaum Penjajah, meminta pertanggungjawaban para pemimpin fasisnya, serta mengambil langkah-langkah untuk melindungi rakyat kami yang tak berdaya, yang terus menghadapi ancaman genosida dan pengusiran. 

Gerakan Perlawanan Islam – Hamas 
31 Agustus 2026 |
Situs web resmi - Gerakan Hamas

 

 

Post a Comment

0 Comments