Ad Code

Responsive Advertisement

Iran Pasca Revolusi & Palestina

 


FB Muhammad Ilham Fadli | Pada tahun 1980, pasca Revolusi Islam Iran, Yasser Arafat pernah berkata kepada Ayatullah KHOMEINI, "Ketika Israel dapat berlindung dan bergantung kepada Amerika, Palestina bisa bersandar kepada Iran."
Namun Khomeini menjawab, "Tempat berlindung yang kuat hanyalah Allah. Saya menasihati anda, rakyat saya, dan rakyat anda untuk selalu berpaling kepada Allah, bukan pada kekuatan-kekuatan duniawi".
Satu hal :
Saya membaca beberapa arsip berita luar negeri di Majalah Tempo edisi 80-an dan 90-an (sebagai sampel) berkaitan dengan Iran, khususnya Khomeini. Pada era ini, hampir tak ada ummat Islam Indonesia yang "mencurigai" Khomeini. Tak ada aura kebencian yang membuncah pada sosok pendiri Republik Islam Iran ini. Bahkan, mayoritas simpati terhadapnya dalam hal perang Irak - Iran dan konfrontasi frontalnya dengan Amerika Serikat. Ungkapan terkenal Khomeini : “La syarqiyah wala gharbiyah illa islamiyah…”, tidak Sunni maupun Syi’ah kecuali Islam, tidak Timur dan tidak Barat, dulu begitu populer.
Hal lain yang lebih sederhana :
Sekitar tahun 1993 dan 1994, kala saya kuliah tahun 2, sering saya dapati sticker dan poster kertas Khomeini (sebagaimana halnya Yasser Arafat, Soekarno, Hatta, Hamka dan lain-lain) dalam ukuran kecil dan besar dperjualbelikan oleh penjual sticker/poster di Pasar Raya Padang. Saya bersama kawan-kawan, kerap membelinya. Tak ada yang mencurigai. Tak ada yang menyalahkan. Bahkan rasa bangga yang muncul.
Entahlah ....... perjalanan waktu merubah semuanya.
HISTORIA VITAE MAGISTRA
📸
Foto (arsip pribadi) :
Khomeini - Yasser Arafat - Ahmad Khomeini (anak Khomeini)


Post a Comment

0 Comments