
Muhitab Al-Haddad, saudara perempuan dari Panglima Umum Brigade Al-Qassam, Al-Syahid Izzuddin Al-Haddad:
▪️ Keluarga menerima berita tentang kemartiran saudaranya dengan "kesabaran dan penerimaan".
▪️ Saudaraku menghabiskan hidupnya "sebagai pejuang dan buronan", berpindah-pindah antara penjara Penjajah Israel dan Otoritas Palestina (PLO), sebelum melanjutkan pekerjaannya di Brigade Al-Qassam sampai saat-saat terakhir.
▪️ Al-Syahid Izzuddin ditangkap di penjara Kolonial Israel setelah menyelesaikan sekolah menengah dan menghabiskan sekitar 5 tahun di sana, sebelum kemudian ditangkap di penjara Otoritas Palestina.
▪️ Al-Syahid kehilangan anak-anaknya, kerabat dari keluarganya, dan istri anak-anaknya dalam perang Kolonial terhadap Gaza, tetapi ia tetap "teguh dan sabar", dan terus menghibur orang-orang di sekitarnya dan mendorong mereka untuk bersabar meski mengalami kerugian demi kerugian.
=====
Ayat Al-Haddad, istri saudara laki-laki, Komandan Umum Brigade Al-Qassam, Al-Shahid Izzuddin Al-Haddad:
▪️ Kesyahidan Komandan Izzuddin Al-Haddad adalah "kehormatan bagi keluarga", namun namanya telah menjadi sumber kekhawatiran terus-menerus bagi Kolonialis Israel selama beberapa tahun terakhir karena perannya dalam Brigade Al-Qassam dan kelangsungan hidupnya yang berulang kali dari upaya pembunuhan.
▪️ Izzuddin dikenal di lingkungan keluarga dan sosialnya karena ketekunannya dalam melakukan kebaikan dan membantu orang yang membutuhkan.
▪️ Rumahnya "tidak pernah tertutup untuk siapa pun", dan dia tetap, meskipun dalam kondisi perang, dekat dengan kerabatnya dan mengikuti detail kehidupan sehari-hari mereka.
▪️ Putranya Shihab, istri dan anak-anaknya telah mendahuluinya dalam kematian, serta sejumlah kerabat keluarga. komandan menghadapi peristiwa-peristiwa tersebut dengan "kesabaran dan keteguhan".
0 Comments