Ad Code

Responsive Advertisement

Pernyataan Hamas_23.7.26

 

⭕ Pernyataan Pers Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengutuk invasi besar-besaran yang dilakukan oleh ribuan Pemukim Haram Penjajah ke Masjid Al-Aqsa yang suci, yang diikuti oleh Menteri Penjajah Ekstremis Itamar Ben-Gvir, anggota Pemerintah Penjajah dan Knesset, serta sejumlah rabi, dan menganggapnya sebagai eskalasi berbahaya dan tindakan agresi terang-terangan yang bertujuan untuk men-Yahudikan Masjid Al-Aqsa yang suci. Sebagai bagian dari Proyek Penjajah untuk melanggengkan kendali penuhnya atas Yerusalem dan situs-situs suci Islamnya. 

Kami memperingatkan konsekuensi dari eksploitasi yang dilakukan oleh para Pemukim Haram Penjajah terhadap acara-acara keagamaan yang diklaim untuk memperluas invasi mereka dan melakukan ritual Talmud di halaman Masjid Al-Aqsa.  

Kami menegaskan bahwa tindakan agresif yang terang-terangan ini akan menjadi bumerang bagi penjajah dan para pemukim haramnya, karena rakyat kami dan mujahidin kami tidak akan tinggal diam menghadapi penodaan tempat-tempat suci. 

Kami menekankan bahwa Masjid Al-Aqsa akan tetap menjadi hak eksklusif umat Muslim dan bahwa semua tindakan yang diambil oleh penjajah dan serangan para pemukim haramya adalah batal dan tidak sah. Lebih lanjut, kehendak rakyat kami dan komitmen teguh mereka terhadap Yerusalem dan Al-Aqsa akan tetap menjadi benteng yang tak tertembus terhadap proyek-proyek Yahudisasi hingga akhir penjajahan.

Kami menyerukan kepada massa rakyat kami di Yerusalem, Tepi Barat, dan wilayah yang dijajah sejak tahun 1948 untuk menuju ke Masjid Al-Aqsa dan mempertahankan kehadiran yang kuat di halamannya, karena ini merupakan garis pertahanan pertama terhadap rencana penjajah yang bertujuan untuk mengubah identitas masjid dan menghapus ciri-ciri Arab dan Islamnya. 

Kami juga mendesak negara-negara Arab dan Islam, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Liga Arab untuk memikul tanggung jawab politik dan agama mereka, mengambil langkah-langkah praktis dan mendesak untuk melindungi Masjid Al-Aqsa, menghentikan agresi yang sedang berlangsung yang menargetkan Yerusalem dan tempat-tempat sucinya, dan tidak membatasi reaksi hanya pada pernyataan kecaman semata.

============== 

⭕ Siaran Pers Kepala Hamas 

Mengimbau Para Pemimpin Negara-Negara Mediator untuk Bertindak Cepat Menghentikan Pelanggaran Penjajah dan Memastikan Keberhasilan Transisi ke Fase Gencatan Senjata Berikutnya 

Kepala Biro Politik Gerakan Hamas, Dr. Khalil al-Hayya, pada hari Kamis mengirimkan surat kepada para pemimpin negara-negara mediator – Mesir, Qatar, dan Turki – tentang implementasi kesepakatan gencatan senjata, mendesak mereka untuk melakukan segala upaya yang diperlukan untuk memaksa Penjajah Zionis menghentikan pelanggarannya dan memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian yang telah ditandatangani, sambil menguraikan pelanggaran yang dilakukan oleh penjajah setiap hari di Jalur Gaza. 

“Penjajah Zionis terus melakukan pelanggaran, dan dalam beberapa hari terakhir mereka dengan sengaja meningkatkan kejahatan dan pelanggaran berdarah dalam upaya untuk menggagalkan tercapainya kesepakatan yang akan membawa keamanan, stabilitas, dan kehidupan yang bermartabat bagi rakyat kami,” demikian pernyataan al-Hayya dalam suratnya. 

Ia menambahkan bahwa pelanggaran-pelanggaran ini telah memengaruhi semua aspek kehidupan di Gaza, termasuk pembunuhan yang disengaja, yang menyebabkan ribuan rakyat sipil tak berdosa tewas, dan penghancuran ratusan rumah dan fasilitas, serta penjajahan kembali wilayah-wilayah baru, dan terus berlanjutnya penghambatan masuknya makanan, obat-obatan, persediaan penting, dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. 

Ia juga mencatat bahwa sejak penandatanganan perjanjian gencatan senjata pada Oktober tahun lalu, jumlah syuhada mencapai 1.143, di antaranya 409 adalah perempuan, anak-anak, dan lansia, sementara jumlah total orang yang terluka mencapai 3.616, di antaranya 1.789 adalah anak-anak, perempuan, dan lansia. 

Pemimpin Hamas berpendapat bahwa pelanggaran serius dan disengaja ini menunjukkan bahwa Penjajah Zionis dengan sengaja menentang kehendak para penjamin dan komunitas internasional dalam upaya mereka untuk menyelesaikan perjanjian tersebut - rencana Presiden Trump - dan melanjutkan ke fase kedua, sehingga memerlukan tindakan cepat dari para penjamin untuk melestarikannya dan memastikan keberhasilan upaya untuk menyelesaikan fase-fase tersebut. 

Gerakan Perlawanan Islam - Hamas 
23 Juli 2026 |
Situs web resmi - Gerakan Hamas 

Post a Comment

0 Comments