Ad Code

Responsive Advertisement

Putin: The Grey Man

 


Balqis Humaira | Pertama kita mulai dari, Kenapa si muka membosankan ini begitu di takuti? ​Kami berani bertaruh, apa yang ada di kepala tuan tatkala mendengar kata "Mata-mata" atau "Agen Intelijen" itu pasti salah besar. Tuan pasti membayangkan James Bond. Lelaki memakai tuksedo mahal, membawa pistol berperedam suara, minum martini di kasino Monte Carlo, terus melompat dari helikopter yang sedang meledak. Keren, kan?
​Tapi di dunia nyata, agen intelijen yang paling mematikan itu tak pernah melompat dari helikopter. Mereka bahkan tak pernah terlihat memegang pistol. Agen paling berbahaya di muka bumi ini adalah laki-laki dengan muka paling datar, setelan jas murah yang ukurannya kebesaran, dan kalau dia masuk ke dalam lift bersamaan dengan tuan... tuan bahkan tak akan sadar bahwa dia ada di situ. ​Di dunia mata-mata, sosok macam ini punya julukan: The Gray Man (Manusia Abu-abu)

​Dan percayalah dengan kami, Vladimir Vladimirovich Putin adalah The Gray Man paling sukses dalam sejarah peradaban manusia. ​Belakangan ini kami sedang menggali arsip-arsip intelijen deklasifikasi dan data-data sejarah untuk menulis biografi dia. Dan subhanallah, semakin dalam kami menggali, semakin kami sadar kalau kita semua—termasuk para pemimpin Barat—sudah tertipu mentah-mentah oleh orang ini selama puluhan tahun.
​Kami hendak membawa tuan masuk ke dalam kepalanya. kami akan membongkar bagaimana cara seorang mantan agen rendahan KGB meretas sistem politik paling kacau di dunia, dan menaklukan jenderal-jenderal bintang empat serta miliarder-miliarder sombong, cuma memakai buku catatan dan senyum tipis. ​Siapkan kudapan tuan, karena ini bakal gila.

​Pelajaran Pertama KGB: Manusia Itu Cuma Bidak dengan Harga

SewWaktu Putin masih muda dan bertugas menjadi agen intelijen di Dresden (Jerman Timur) tahun 80-an, pekerjaannya itu sangatlah membosankan. Dia bukan pasukan khusus yang menyusup ke markas musuh. Divisi Putin itu urusannya merekrut agen "ilegal"—penduduk setempat yang disuruh berkhianat ke negaranya sendiri untuk memberi informasi ke Soviet.
​Agar bisa menyuruh orang berkhianat, tuan butuh kemampuan psikologi tingkat dewa. Tuan harus bisa membaca jiwa manusia serupa tuan membaca menu di restoran. Di KGB, Putin diajari sebuah rumus dasar intelijen yang umurnya sudah puluhan tahun. Rumus itu namanya M.I.C.E. Ini singkatan dari Money (Uang), Ideology (Ideologi), Compromise (Kompromi/Ancaman), dan Ego (Harga Diri).

​Kalau tuan hendak mengendalikan orang, tuan tinggal cari tau di antara empat rumus itu, mana yang paling mengena untuk si target. Orangnya lagi banyak utang? tuan tekan tombol Money. Orangnya merasa sistem negaranya bobrok? Tuan tekan tombol Ideology. Orangnya punya selingkuhan dan takut ketahuan istri? Tuan tekan tombol Compromise (tuan ancam akan menyebarkan fotonya). Orangnya pintar tapi merasa kurang dihargai di kantornya? Tuan tekan tombol Ego, tuan puji dia setinggi langit sampai dia merasa berutang budi terhadap tuan.
​Bertahun-tahun hanya duduk di belakang meja di Dresden, Putin jadi Grandmaster dalam mengoperasikan tombol MICE ini. Dia belajar mendengarkan orang. Matanya dilatih untuk mencari celah sekecil apa pun dari gestur tubuh, nada bicara, dan kebiasaan targetnya. ​Dan ilmu ini, ilmu meretas kelemahan manusia ini, jadi senjata pembunuh massal waktu dia pulang ke Rusia di tahun 90-an.

​Coba tuan bayangkan situasi kota St. Petersburg di pertengahan tahun 90-an. Uni Soviet baru bubar. Ekonomi hancur berantakan. Negara sedang dirampok habis-habisan oleh bos-bos mafia dan para "Oligarki" (miliarder dadakan hasil korupsi duit negara). Di jalanan, orang saling bunuh memperebukan wilayah, itu pemandangan biasa.
​Di tengah chaos itu, Putin kerja jadi wakil walikota St. Petersburg (Anatoly Sobchak). ​Waktu itu, bosnya Putin sibuk tampil di TV, sok keren, pidato soal demokrasi. Sementara Putin? Dia memilih ada di ruang belakang yang gelap. Dia pakai jas yang warnanya membosankan, menunduk, dan membawakan tas bosnya. Para mafia, politisi kotor, dan oligarki yang datang ke balai kota melihat Putin itu cuma sebelah mata. Mereka fikir, "Ah, dia hanya birokrat melarat mantan intel. Mudah disogok, bisa disuruh-suruh."

​Mereka menghina Putin, mereka melecehkannya, mereka pamerkan kekayaan hasil maling uang negara di depan mukanya. ​Tapi tuan tahukah apa yang dilakukan The Gray Man ini?
​Dia biarkan sahaja. Dia tak marah. Dia menunduk, dia senyum, dia melayani mereka. Tapi di dalam kepalanya, "Mesin X-Ray" KGB-nya sedang jalan. Setiap kali ada pengusaha korup masuk ke ruangannya, Putin mengumpulkan data. Dia diam-diam mencatat siapa yang menyogok hakim, siapa yang punya rekening gelap di luar negeri, siapa yang suka main sama PSK di bawah umur. ​Dalam bahasa Rusia, data-data kotor ini disebut Kompromat (Material Pemerasan).
​Putin tak langsung menangkap mereka, tuan. Intelijen jenius tak akan menangkap musuhnya. Intelijen jenius hanya akan menyimpan kartu AS itu rapat-rapat. Dia membiarkan para tikus-tikus berdasi itu merasa aman dan merasa menang. Karena Putin tahu satu rahasia paling mematikan dalam politik: Kalau tuan pegang rahasia paling kotor dari seorang manusia, orang itu akan menjadi anjing peliharaan tuan seumur hidup.
​Bertahun-tahun Putin membangun database Kompromat ini. Dia ikat leher para elit di St. Petersburg dengan memakai tali transparan, yang ujungnya ada di genggaman tangannya. Dan kemampuan inilah yang akhirnya membawa dia ditarik ke pusat kekuasaan di Kremlin, Moskow.
Ini bagian birunya Tahun 1998, Presiden Rusia waktu itu, Boris Yeltsin, sedang sekarat secara politik. Keluarganya ketahuan mencuci uang miliaran dolar, dan ada seorang Jaksa Agung yang jujur dan super berani bernama Yury Skuratov, sedang menyiapkan surat penangkapan untuk keluarga presiden. Yeltsin panik setengah mati. Kalau Skuratov tak dihentikan, seluruh elit Kremlin akan masuk penjara.
​Yeltsin butuh keajaiban. Dia butuh "algojo" yang bisa motong leher Jaksa Agung ini tanpa pisau. Maka, Yeltsin ngangkat Putin jadi Direktur FSB (nama baru buat KGB). ​Ini adalah momen audisi Putin di depan para dewa politik Moskow. Dan cara dia menyelesaikan tugas ini membuat kami benar-benar merinding.

​Suatu malam, stasiun TV nasional di Rusia mendadak memoting acara rutin mereka dan menayangkan sebuah video rekaman kamera tersembunyi. Kualitasnya buram, khas CCTV tahun 90-an. Di video itu, kelihatan jelas ada laki-laki yang mukanya mirip 100% sama Jaksa Agung Yury Skuratov, sedang telanjang bulat di atas kasur bersama dua orang pelacur.

Satu negara meledak. Heboh, Jaksa Agung yang selama ini dicitrakan suci, terekam main gila. ​Skuratov ngamuk. Dia bilang itu fitnah, konspirasi, editan. Parlemen yang benci terhadap Yeltsin juga sempat membela Skuratov. Situasi jadi deadlock.
​Lalu, Putin keluar dari bayang-bayang. Dia mengadakan konferensi pers di depan seluruh media nasional. Tuan harus lihat gesturnya di video arsipnya. Dia tak berkeringat, dia tak senyum jahat. Mukanya datar sekali, sedatar papan ujian.

​Sebagai Direktur FSB, dia dengan suara tenang berbicara di depan mikrofon: "Kami telah menganalisis video tersebut secara teknis. Dan saya nyatakan, video itu 100% asli. Pria di dalamnya adalah Yury Skuratov."

​Belum selesai, Putin menekan tombol Compromise dan Ego (MICE) untuk menghancurkan sisa-sisa mental Skuratov. Dia menambahkan, "Sangat disayangkan, kedua wanita di video itu tidak dibayar dengan uang, melainkan dibayar oleh sindikat kriminal yang kasusnya sedang ditangani sang Jaksa."
​Skakmat.
​Dalam satu malam, karir Skuratov hancur lebur. Dia dipecat dengan hina. Kasus korupsi keluarga Yeltsin dibuang ke tong sampah. Tuan bayangkan reaksi elit-elit korup di Kremlin malam itu. Mereka melihat laki-laki bertampang membosankan ini menyelesaikan krisis terbesar negara hanya memakai satu rekaman video dan pernyataan lima menit di depan TV. Tak butuh baku tembak, Tak butuh pembunuhan berdarah. Sangat efisien. Sangat senyap.

​Di detik itu juga, elit Kremlin mutuskan: "Ini orang yang akan kita jadikan Presiden penerus. Dia akan menjadi anjing penjaga kita." Mereka berfikir Putin akan menjadi boneka mereka. Padahal, Putin hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan Kompromat mereka semua.

​Belum selesai sampai sini dan ada lagi aksinya, menurut kami ini lucu tapi ternyata Putin mempraktekkan Seni Mendominasi Otak Kepala Negara Asing (Insiden Anjing Merkel). ​Oke, tuan mungkin berfikir, "Ah, itu kan main di kandang sendiri. Bagaimana kalau menghadapi pemimpin dunia yang pintar-pintar?"

​Di sinilah kelas Putin sebagai agen KGB benea-benar bersinar. Dia bukan hanya jago menghancurkan karir, dia itu master dalam Psychological Dominance (Dominasi Psikologis).
​Tahun 2007, Angela Merkel (Kanselir Jerman) datang ke Rusia untuk negosiasi bilateral tingkat tinggi. Merkel ini terkenal sebagai "Wanita Besi" Eropa. Otaknya jalan, logikanya tajam, dan dia susah sekali untuk ditekan.

​Tapi sebelum Merkel landing di Rusia, Putin sudah menyuruh agen FSB-nya untuk menggali profil psikologis Merkel. Mereka mencari titik lemahnya. Dan didapatlah satu fakta kecil (obscure fact) yang sangat berharga: Tahun 1995, Merkel pernah digigit anjing gila. Sejak saat itu, dia punya trauma dan fobia akut sama anjing (cynophobia). Kalau melihat anjing, dia bisa panic attack.
Tuan tahu apa yang dipersiapkan oleh Putin?
Tatkala mereka berdua duduk berhadapan di ruang pertemuan, di depan puluhan kamera wartawan seluruh dunia... tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dan seekor anjing Labrador Retriever warna hitam, berukuran tubuh raksasa, jalan masuk ke dalam. Anjing itu peliharaannya Putin, namanya Koni.
​Anjing sebesar itu jalan santai mendekati Merkel, ngendus-ngendus kakinya. ​Lo liat foto kejadian itu. Muka Merkel langsung pucat pasi. Badannya kaku. Kakinya merapat keras. Dia benar-benar lagi menahan panik luar biasa di depan kamera.
​Dan Putin? Dia duduk bersandar ke belakang di kursi kebesarannya. Kakinya mengangkang lebar (nunjukkin bahasa tubuh dominan absolut). Dia melihat penderitaan Merkel sambil senyum tipis, terus bilang dengan santai, "Anjingnya tak menggaduh kan? Dia baik kok."

​Gila kan? Ini bukan kebetulan. Ini adalah agresi intelijen tanpa sentuhan fisik.

​Dalam bahasa spionase, Putin sedang mngirim pesan telepati ke otak Merkel: "Aku udah baca berkas engkau. Aku tahu kelemahan terdalam engkau yang membuat engkau trauma. Dan di ruangan ini, aku yang jadi Tuhannya. Aku dapat membuat engkau menggigil tanpa aku harus bercakap urusan politik satu patah kata pun."

​Konsentrasi Merkel hancur sebelum negosiasi dimulai. Putin menang perang urat saraf di menit pertama. Dia pernah ​Mengkudeta Otak Musuh hingga keturunannya bersumpah setia.

Memenangkan Perang Checnya

​Kalau tuan belum merasa meramang oleh cara kerja otaknya, kami beri satu cerita lagi. Operasi intelijen paling sukses yang membuat dia menang perang yang kata orang mustahil dimenangkan.
​Sekitar tahun 1999-2000, Rusia sedang kepayahan di Perang Chechnya. Walaupun kota-kotanya sudah dibom sampai rata dengan tanah, pejuang Chechnya yang bersembunyi di gunung-gunung payah sekali untuk dibunuh. Mereka gerilya. Tentara Rusia banyak yang pulang tinggal nama.
​Kalau Putin itu cuma jenderal tentara biasa, dia akan mengirim jutaan anak muda Rusia buat terus-terusan mati di sana. Tapi Putin memakai insting KGB-nya. Dia ingat teori dari Sun Tzu: Kemenangan paling murah adalah ketika musuhmu saling membunuh satu sama lain.

​Putin memperhatikan profil pemimpin tertinggi Chechnya saat itu. Kepala Mufti yang meneriakan "Jihad Suci" melawan Rusia. Namanya Akhmad Kadyrov. Dia ini musuh bebuyutan Moskow. ​Bagaimana cara tuan menaklukan orang yang siap mati demi ideologi? Balik lagi ke rumus awal KGB: M.I.C.E.
​Putin tahu, Kadyrov lagi kesal karena banyak milisi asing (kelompok radikal dari Arab) yang mulai masuk ke Chechnya dan mengambil alih pengaruhnya. Tombol Ego Kadyrov lagi terluka. ​Maka, diam-diam intelijen Putin mengirim utusan ke Kadyrov. Mereka menawarkan "Perjanjian Iblis" yang tak masuk akal.
​Putin menawarkan: "Berhenti memusuhi Rusia. Buang sisa pemberontak itu. Kalau tuan hendak kerjasama sama kami, kami akan menjadikan tuan Presiden mutlak di Chechnya. Tuan boleh membentuk tentara pribadi tuan sendiri, tuan boleh menjalankan hukum syariat di wilayah tuan, dan kami akan transfer triliunan rubel uang Moskow ke kantong tuan setiap tahun tanpa menanyakan laporannya. Syaratnya cuma satu: Tuan sujud setia terhadap Kremlin."

​Uang tak berseri dan kekuasaan tanpa batas. Tombol Money dan Ego ditekan bersamaan. Pertahanan mental Kadyrov runtuh. Dia menerima tawaran itu. Dia "di-flip" (dibalik).
​Dalam sekejap, situasi medan perang berubah drastis. Tentara Rusia sekarang duduk-duduk santai, minum vodka. Kenapa? Karena yang masuk ke hutan membantai para pemberontak Chechnya adalah pasukan Kadyrov sendiri! Orang Chechnya membunuh orang Chechnya memakai senjata yang diberikan oleh Putin.

​Itulah kejeniusan intelijen yang murni. Tuan tak perlu menembak musuh tuan, kalau tuan bisa membeli musuh tuan buat nembak dirinya sendiri.

​Waktu Akhmad Kadyrov akhirnya dibunuh sama sisa pemberontak pakai bom stadion di tahun 2004, Putin langsung mengambil alih anak laki-laki Kadyrov, Ramzan Kadyrov. Ramzan ini dijadiin anak emas Putin, dilindungin, dikasih kekayaan yang nggak masuk akal. Hasilnya? Sampai hari ini, Ramzan Kadyrov jadi panglima perang Putin yang paling brutal, yang rela mengirim pasukannya buat mati di Ukraina demi membela "Bapak Angkat"-nya di Kremlin.

Pertanyaannya ​Kenapa Vladimir Putin bisa bertahan berkuasa selama lebih dari dua dekade? Kenapa oligarki yang hartanya ribuan triliun itu sekarang kalau disuruh duduk, mereka akan duduk sambil nunduk?

​Karena kekuatan terbesar Putin bukanlah nuklir atau tentara jutaan orang. Kekuatan terbesarnya adalah dia bisa melihat lawannya, membaca rasa takut mereka, dan mengubah rasa takut itu jadi tali kekang untuk narik leher mereka.

​Orang-orang sering berfikir, "Diktator itu harus teriak-teriak dan marah-marah macam Hitler." ​Salah besar. Diktator paling menakutkan adalah dia yang diam di sudut ruangan. Memakai jas yang biasa sahaja. Tak pernah teriak. Membiarkan lawnanya berbicara panjang lebar, sambil matanya yang berwarna biru es itu diam-diam mencatat dosa-dosa dan kelemahan mereka.
​Ini baru sebahagian kecil dari metodologi intelijennya,. Kami belum cerita bagaimana dia merekayasa hukum negaranya sendiri (konstitusi) serupa meretas game konsol, atau bagamana dia memakai taktik False Flag (bom apartemen rakyat sendiri) untuk naik ke puncak kekuasaan, atau bagaimana jaringannya sekarang sedang bersiap-siap mewariskan negara sebesar Rusia ke anak-anak biologisnya yang selama puluhan tahun disembunyikan.
​Dunia ini bukan digerakkan oleh politisi yang ada di TV. Dunia digerakkan oleh The Gray Man di ruang belakang. ​Kalau tuan merasa mind-blowing baca ini, kami udah siapin biografinya di story Karena sumpah, rabbit hole (lubang kelinci) kekuasaan Kremlin ini jauh lebih gelap, lebih berdarah, dan lebih jenius dari apa pun yang pernah dibuat oleh Hollywood.


Post a Comment

0 Comments