Ad Code

Responsive Advertisement

Apakah kita mesti berhenti menyuarakan Gaza?

 


Sebaiknya Berhenti Membicarakan Gaza?

(AsySyaikh Dr. Iyad Qunaibi hafizhahullah)


"Apa tidak sebaiknya kita berhenti saja mengikuti dan membagikan berita tentang Gaza? Apa gunanya buat kita, atau apa untungnya buat mereka kalau kita terus-terusan memantau? Apa kita memang harus terus merasa sesak, sakit hati, dan hancur dari dalam? Apa hidup kita harus ikut lumpuh? Sampai-sampai kita abai dengan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari—akhirnya membantu mereka tidak, mengurus urusan sendiri pun tidak jalan?"

Jawabannya adalah: Tidak. Sama sekali tidak ada satu pun dari hal itu yang diminta darimu. Engkau tidak diminta untuk membiarkan hatimu hancur, tidak juga diminta untuk membuat hidupmu jadi lumpuh.

Namun, meskipun demikian, engkau tetap dituntut untuk terus memantau beritanya! Engkau diminta untuk terus merasakan penderitaan saudara-saudaramu, dalam batasan yang membuatmu tetap sadar tentang bagaimana hakikat perjuangan ini dan siapa musuhmu yang sebenarnya.

Mengapa Kita Harus Tetap Mengikuti Berita Gaza?

Membentuk Karakter dan Merawat Ingatan: Kita harus terus memantau agar pemandangan-pemandangan itu memberikan dampak yang mendalam pada kepribadian kita dan terukir kuat dalam ingatan, sehingga engkau tidak akan pernah melupakannya. Dengan begitu, engkau menjadi bagian dari perjuangan ini—menjadi orang-orang yang mengawal dan menanti datangnya keadilan.

Melawan Strategi Musuh yang Memanfaatkan Sifat Pelupa Kita: Kita harus terus memantau karena musuh—baik bangsa asing maupun bangsa Arab/Muslim sendiri—sangat berharap bisa menghancurkan Gaza secara perlahan, lalu setelah itu masyarakat dunia akan abai dan lupa begitu saja, sebagaimana mereka telah melupakan tragedi-tragedi kemanusiaan yang lain.

Membongkar Kemuafakan Nilai-Nilai Palsu: Kita harus terus memantau karena mereka yang bersekutu melawan Gaza adalah orang-orang yang sama yang gencar mempromosikan "sampah moral" mereka ke seluruh negeri kaum Muslimin dengan sangat tidak tahu malu. Mereka berlindung di balik slogan hak asasi perempuan, hak anak, kesetaraan gender, kebebasan, dan sejenisnya, tanpa ada rasa sungkan sedikit pun! Oleh karena itu, kita perlu ikut merasakan kepedihan Gaza agar kita bisa bangkit melawan sisa-sisa budaya merusak tersebut, mencabutnya sampai ke akar dari kehidupan kita, dan menyadari bahwa siapa pun yang ikut mempromosikan pemikiran, kesepakatan, dan aturan mereka, sebenarnya adalah penjahat yang sama seperti mereka.

Menghilangkan Sikap Ragu-Ragu dan Normalisasi: Kita harus terus memantau agar kita bisa membuat garis pembatas yang tegas antara diri kita dengan semua pihak yang terlibat dalam kejahatan ini, dari yang paling kecil sampai yang paling besar—mulai dari para dalang utama hingga para pengikutnya. Dengan begitu, kita tidak lagi bersikap abu-abu, tidak mewajarkan hubungan dengan mereka, dan berhenti mencari-cari alasan untuk memaklumi mereka.

Menyadarkan Masyarakat yang Masih Terlena: Kita harus terus memantau karena masih ada di antara kita, di tengah-tengah kita, dan dari golongan kita sendiri, orang-orang yang masih mendengarkan narasi para pelaku kejahatan tersebut, menonton saluran berita mereka, meniru gaya hidup mereka yang rusak, serta menelan mentah-mentah keraguan dan racun pemikiran yang merusak fitrah, akal, dan agama.

Membangun Perjuangan Jangka Panjang: Kita harus terus memantau karena biasanya, setiap ada tragedi baru yang menimpa kaum Muslimin, sebagian orang akan langsung terbangun, emosinya mendidih, marah, dan sibuk mencari solusi yang instan. Namun setelah itu, musuh menjalankan rencana berikutnya, lalu orang-orang pun kembali lupa, sampai akhirnya datang lagi tragedi baru dengan pola yang sama. Kebanyakan dari kita tidak membangun fondasi yang kuat, tidak mengumpulkan kekuatan sedikit demi sedikit, tidak ada persiapan nyata, dan tidak ada dampak jangka panjang—semuanya hanya berupa reaksi sesaat. Maka, engkau diminta untuk terus memantau agar engkau selalu punya "bahan bakar" untuk agenda jangka panjang demi membantu kemenangan di masa depan, meskipun jalannya masih panjang.

Sebenarnya, kita lebih butuh untuk terus mengikuti berita tentang Gaza demi menyelamatkan diri kita sendiri, melebihi kebutuhan saudara-saudara kita di Gaza terhadap bantuan kita. Mengapa? Karena kita ini ibarat orang sakit yang jiwanya telah digerogoti oleh kanker—yaitu Kanker Budaya Barat yang merusak tatanan hidup kita. Dan menjaga kesadaran akan apa yang terjadi di Gaza adalah obat yang paling mujarab untuk membersihkan jiwa kita dari kanker tersebut..


Post a Comment

0 Comments