Ad Code

Responsive Advertisement

Pernyataan Hamas_14.9.26

 

Pernyataan Pers 

Eskalasi Penyusupan dan Ritual oleh Pemukim Ilegal Kolonial di Masjid Al-Aqsa yang Diberkati Merupakan Upaya Berbahaya untuk Mengubah Status Quo Sejarah dan Hukum serta Memaksakan Realitas Baru di Sana 

Kami memperingatkan adanya bahaya yang semakin mengancam Masjid Al-Aqsa yang diberkati menjelang musim liburan Yahudi, serta pemanfaatan momen-momen ini oleh otoritas Kaum Penjajah dan kelompok ekstremis "Temple" (Kuil) untuk mengorganisir penyusupan berskala besar dan melakukan ritual Talmud secara terbuka di pelataran masjid. 

Tindakan ini dilakukan di bawah perlindungan polisi Kaum Penjajah serta dengan dukungan dan payung politik pemerintah mereka, sebagai upaya untuk menciptakan perubahan mendasar terhadap status quo sejarah dan hukum yang berlaku saat ini. 

Penyusupan oleh Pemukim Haram Kaum Penjajah dan ritual keagamaan terbuka di pelataran Masjid Al-Aqsa merupakan pelanggaran terhadap kesucian masjid tersebut. Apa yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar penyusupan sporadis, melainkan eskalasi bertahap dan berbahaya yang bermula dari perluasan penyusupan dan peningkatan jumlah Pemukim Haram Kaum Penjajah, kemudian berkembang menjadi pelaksanaan ritual, sujud, peniupan terompet, nyanyian, tarian, pembacaan teks keagamaan, dan pembawaan sesaji. 

Puncaknya adalah keterlibatan para menteri dan anggota Knesset, serta upaya untuk melembagakan doa Yahudi secara terbuka dan memaksakan realitas baru di dalam kompleks Al-Aqsa. Eskalasi ini merupakan kelanjutan dari pola yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan jumlah pemukim yang menyusup serta perluasan kualitatif dalam jenis ritual dan pelanggaran. 

Hal ini mengungkap bahwa kelompok-kelompok "Temple", di bawah naungan pemerintah Kaum Penjajah, berupaya beralih dari sekadar melakukan penyusupan menjadi memaksakan ritual dan menciptakan realitas keagamaan serta politik baru yang menargetkan identitas Islam eksklusif Masjid Al-Aqsa dan merongrong status sejarah serta hukumnya yang ada saat ini. 

Kami memperingatkan agar musim liburan saat ini tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan pelanggaran-pelanggaran tersebut maupun memperketat pembatasan akses jemaah ke dalam masjid, yang pada gilirannya akan membuka jalan bagi penyusupan yang lebih besar serta ritual yang lebih terbuka dan terorganisir. 

Kami menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa yang diberkati, secara keseluruhan mencakup area seluas 144 dunam, adalah situs Islam yang eksklusif. Tidak ada legitimasi bagi Kaum Penjajah, maupun bagi langkah-langkah dan upaya untuk memaksakan realitas baru di sana. Kami memperingatkan akan konsekuensi dan dampak dari agresi terhadap situs-situs suci kami ini, dan kami menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak penjajah atas hal tersebut. 

 Rakyat Palestina kami—yang telah berkorban demi membela Masjid Al-Aqsa, identitas, dan kesuciannya—akan senantiasa mempertahankan hak mereka untuk melindungi dan membelanya. Pihak penjajah harus menyadari bahwa serangan terhadap Masjid Al-Aqsa serta segala bentuk pelanggaran atas status dan kesuciannya senantiasa menjadi pemicu meletusnya perlawanan rakyat. 

Kami menyerukan kepada rakyat kami—khususnya di Yerusalem dan wilayah-wilayah yang dijajah sejak tahun 1948—untuk terus hadir di Masjid Al-Aqsa, memperkuat eksistensi Palestina di Yerusalem, serta berdiri teguh melawan skema penjajahan dan para Pemukim Haram Kaum Penjajah. Kami juga mendesak pemerintah dan masyarakat Arab serta Muslim, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Liga Arab untuk menjalankan peran mereka serta mengambil tindakan mendesak dan efektif guna melindungi Masjid Al-Aqsa, mendukung penduduk Yerusalem dan Palestina, serta membela situs tempat terjadinya peristiwa Isra' Nabi Muhammad (saw).  

Kami menyerukan kepada masyarakat internasional dan PBB untuk memikul tanggung jawab mereka dalam menghentikan pelanggaran-pelanggaran ini dan mencegah pihak penjajah memaksakan fakta-fakta baru terkait Masjid Al-Aqsa. 

 Gerakan Perlawanan Islam – Hamas 
14 September 2026 |
Situs web resmi - Gerakan Hamas

Post a Comment

0 Comments